Berita Unik KESEHATAN

Playing Victim adalah Sebuah Kondisi Kejiwaan, Cari Tahu 6 Tandanya!

JuraganCasino Lounge   Playing Victim adalah Sebuah Kondisi Kejiwaan, Cari Tahu 6 Tandanya!

Playing Victim adalah Sebuah Kondisi Kejiwaan Playing Victim adalah Sebuah Kondisi Kejiwaan

Playing victim adalah sebuah peristiwa yang sering kita dengar. Namun sebenarnya apa sih playing victim itu?
Apakah istilah ini adalah hal yang umum atau ternyata menunjukkan kondisi mental seseorang?

Playing victim di sebut juga dengan istilah victim mentality.
Playing victim adalah ketika seseorang melemparkan kesalahan ke orang lain padahal kesalahan tersebut adalah perbuatannya sendiri.

Pelaku playing victim adalah mereka yang biasanya menghindari tanggung jawab karena sudah melakukan kesalahan. Bahkan pelakunya bisa memosisikan dirinya sebagai korban karena tak mendapatkan keadilan.

Ya, singkatnya playing victim adalah sebuah kondisi yang di lakukan seseorang yang berbuat kesalahan dan untuk menghindari kesalahan ia melimpahkan ke orang lain dan memposisikan dirinya sebagai korban.

Lalu apa saja sih tanda-tanda playing victim? ini dia!

Tanda-tanda Playing Victim adalah…

Di lansir dari sebuah studi yang berjudul Are You A Victim of the Victim Syndrome? menjelaskan bahwa orang-orang yang memiliki victim mentality sangatlah sulit untuk di tangani.

Biasanya, mereka memiliki pandangan yang sangat berbeda mengenai kehidupan. Hal tersebut di karenakan mereka percaya bahwa mereka tak memiliki kontrol terhadap hal-hal yang terjadi pada kehidupan mereka. tak hanya itu, orang dengan kondisi mental ini pun memiliki tingkat tanggung jawab yang kecil.

Berikut adalah tanda-tanda playing victim yang biasanya di lakukan oleh pelakunya. Lalu, bagaimana hal di atas bisa terjadi? Yuk bahas satu per satu secara mendalam!

1. Playing Victim adalah Sebuah Kondisi Kejiwaan :
Menghindari Tanggung Jawab

Vicki Botnick, seorang therapist pernikahan dan keluarga di California mengatakan bahwa salah satu tanda playing victim adalah mereka selalu menghindari tanggung jawab.

Botnick sendiri menjelaskan bahwa mereka yang memiliki victim mentality atau playing victim sangatlah sulit untuk di berikan tanggung jawab atau di percaya.

Sikap yang biasanya mereka tunjukkan adalah :

  • Selalu menyalahkan orang lain
  • Membuat alasan
  • Tidak ingin dibebani tanggung jawab
  • Selalu bereaksi “ini bukan salah saya” pada setiap permasalahan yang ada

Seperti yang sudah kita ketahui, hal buruk akan selalu terjadi di hidup kita. Bahkan banyak orang yang bernasib buruk adalah orang-orang baik yang tidak pantas menerimanya.

Sangatlah bisa di mengerti bahwa ketika seseorang terus menerus merasakan kesulitan dalam hidupnya secara konstan dari waktu ke waktu bisa mulai percaya bahwa dunia tidak menginginkan mereka dan dunia sangatlah tidak adil.

2. Playing Victim adalah Sebuah Kondisi Kejiwaan :
Hanya Fokus pada Masalah, Bukan Solusi

Tidak semua situasi negatif adalah kondisi yang benar-benar tak bisa di kendalikan. Jika di lihat lebih dekat, setidaknya akan ada celah untuk mencari solusi dalam sebuah permasalahan, Dan ketika kita bisa melihat celah yang ada, hal tersebut adalah sebuah tindakan yang membuat kita jadi manusia lebih baik.

Orang-orang yang sering melakukan playing victim adalah mereka yang menunjukkan sedikit ketertarikan dalam membuat perubahan. Mereka bahkan akan menolak untuk di bantu dan lebih suka mengasihani diri mereka sendiri.

Menghabiskan sedikti waktu untuk bersedih dan mengasihani diri bukanlah hal yang sepenuhnya tidak sehat. Faktanya, tindakan ini yang bsia membantu kita dalam memproses emosi yang menyakitkan.

Meski demikian, mengasihani diri tidak bisa di lakukan secara terus menerus. Harus ada waktu berhenti dan agar kita bisa bangkit dari keterpurukan.

3. Selalu Merasa Lemah

Banyak orang yang merasa sebagai korban percaya bahwa mereka tak memiliki kekuatan untuk mengubah situasi yang ada.

Namun sayang, kehidupan kadang terus-terusan membawa mereka ke dalam masalah. Dan dari kacamata mereka, mereka tak bisa melakukan apapun untuk sukses atau bahkan keluar dari jerat masalah.

4. Selalu Beranggapan Hal Buruk akan Terjadi pada Diri Mereka

Orang-orang yang playing victim adalah mereka yang selalu beranggapan bahwa hal buruk akan selalu terjadi pada mereka.

Mereka yang memiliki victim mentality biasanya akan selalu percaya dengan kalimat ini:

  • “Semua hal buruk akan selalu datang menghampiri saya”
  • “Saya nggak bisa keluar dari masalah ini, kenapa harus mencoba?”
  • “Saya pantas menerima hal-hal buruk yang terjadi di hidup ini”
  • “Tak ada yang peduli dengan saya”

Kesulitan yang hadir terus menerus biasanya akan menghasilkan monolog di dalam diri yang malah akan membuat orang-orang tersebut memiliki banyak pikiran yang lebih negatif.

5. Tidak Percaya Diri

Di lansir dari HealthLine, salah satu tanda lain dari mereka yang kerap melakukan playing victim adalah rasa percaya diri yang rendah. Mereka selalu melihat diri mereka sebagai korban dan tak memiliki keberanian dan bahkan kepercayaan diri yang kuat.

Hal ini biasanya akan membuat orang-orang dengan victim mentality jadi lebih buruk.

Mereka bisa saja berpikir “saya tidak cukup pintar untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik” atau “saya tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk sukses”.

Persektif ini akan membuat mereka enggan untuk mengembangkan kemampuan atau mengidentifikasi kekuatan baru serta kemampuan yang bisa membantu mereka untuk mendapatkan hal yang di inginkan.

Mereka yang selalu berusaha dengan keras untuk mewujudkan cita-cita dan gagal juga bisa membuat orang tersebut merasa sebagai korban dari kehidupan.

Ketika kepala kita sudah di penuhi oleh hal yang negatif dan bercampur dengan ketidak percayaan diri, hal itu bisa membuat mereka sulit untuk melihat kemungkinan atau kesempatan yang lainnya.

6. Frustasi dan Marah

Hal yang paling terlihat dari tanda-tanda playing victim adalah emosional yang bergejolak.

Mereka yang selalu merasa diri mereka adalah korban seringkali merasa:

  • Frustasi dan marah pada dunia yang sepertinya selalu bertentangan dengan keinginan mereka
  • Tidak ada harapan mengenai kehidupan yang tidak juga berubah
  • Merasa tersakiti ketika orang yang mereka pedulikan tidak mempedulikan mereka
  • Marah ketika ada orang lain yang terlihat bahagia dan sukses

Emosi di atas bisa sangat di rasakan dand berlipat ganda pada orang-orang yang selalu percaya diri mereka adalah korban dari ketidakadilan. Dan ketika tidak cepat di atasi, perasaan di atas bisa berubah menjadi:

  • Kemarahan yang meledak-ledak
  • Depresi
  • Mengisolasi atau mengurung diri
  • Selalu merasa kesepian

Dalam sebagian kasus, orang yang sering melakukan playing victim adalah mereka yang sering kali merasa putus asa. Hal yang bisa membuat mereka memiliki victim mentality adalah karena mereka sudah mengalami beragam kondisi sulit dari waktu ke waktu.

Ketidakmampuan diri untuk keluar dari kondisi sulit bisa membuat mereka terpuruk dalam perasaan yang membuat mereka merasa sebagai korban secara terus menerus.

Namun perlu di ketahui bahwa playing victim juga bisa di lakukan ketika orang tersebut ingin menghindari amarah orang lain atau ingin mendapatkan hal yang di inginkan.

Jadi hal terbaik ketika menghadapi mereka yang kerap melakukan playing victim adalah dengan mencari tahu alasan mereka melakukan hal tersebut, tidak menghakimi atau perlu menerapkan batasan yang jelas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *